KEMBALI KE FITRAH
Suatu hari Mullah Nasrudin keluar dari rumah dengan menunggang keledainya, tidak seperti biasanya kali ini mullah menaiki keledainya dengan menghadap ke belakang, kearah buntut keledai tersebut.
Tidak sedikit manusia dipasar yang sebelumnya sudah menganggap orang ini aneh menjadi lebih aneh lagi.
Beberapa bertanya dan tidak dihiraukan, sebagian lagi dijawab dengan ala kadarnya " tidak apa-apa, saya lagi iseng saja"
Namun sebagian kecil orang yang telah mengerti betul siapa Nasrudin tidak percaya kalau manusia sekelas Nasrudin melakukan sesuatu hal yang tidak umum tanpa disertai pesan yang mendalam.
Akhirnya ada seseorang mampu memaksa tokoh nyeleneh ini menjawab
"Saya tidak tertarik kemana hidup ini akan menuju" katanya
"Saya hanya tertarik darimana hidup ini berasal"
Id(ul), dari 'Ied itu kembali. Idul Fitri sederhananya adalah kembali ke Fitrah. kembali ke asal usul, kembali ke Pencipta yang penuh Kasih dan Sayang, ke sebuah level kemurnian tanpa ada sekat ego apapun.
Setelah melatih bathin sebulan, bertemu keluarga dan bermaaf-maafan di hari Idul Fitri adalah sebuah peristiwa fisik yang perlu untuk menguji kejujuran kita tentang kemelekatan kita pada peristiwa masa lalu terhadap mereka yang kita temui..
Kembali ke Fitrah adalah kembali menjadi anak-anak yang melihat apa adanya, tanpa penghakiman , tanpa kebencian dan dendam.
Menjadi murni bukanlah sesuatu yang ada di depan yang perlu kita kejar, hakikat kita semua adalah Cinta yang tak terbatas, untuk mendapatkannya kita hanya perlu berlatih melepas kemarahan, ketakutan, kebencian dan kemelekatan.
Di jaman dan ilmu modern ini berhenti adalah salah, melihat kebelakang tabu, apalagi mundur, namun sadarilah bahwa masa depan itu adanya di masa lalu.
Masa depan tidak akan kita lalui dengan damai bila kita terus mengusung beban-beban masa lalu.
Kamu harus mendapatkan rangking, mencapai posisi strategis, mempunyai rumah, mobil , tabungan dan segalanya, masih berrbekas dalam dan sering menjadi panduan kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kita telah terbelenggu dengan ilmu mencapai dan menggapai, terpasung pada kebanggan semu, masuk ke arena perlombaan dan membandingkan diri dengan satu dan lainnya, hidup dengan target, impian dan hasrat menang yang kuat.
Kita ini manusia, namun kita sering lupa bahwa kita ini manusia, secara fisik adalah makhluk yang bernilai tertinggi di dunia ini.
Selayaknya impian dan target adalah sesuatu yang lebih tinggi.
dan kita semua tahu yang lebih tinggi pasti bukan benda, bukan jabatan melainkan kembali kepadaNYA.
Kita semua adalah penunggang keledai waktu yang berjalan tiada henti, mereka yang masih mencari menghadap ke depan melihat keluar, mereka yang sudah sampai melihat kedalam, berlatih melebarkan hati, memurnikan diri agar layak di hadapanNYA.
"By stretching the heart and making it large and larger, you turn your heart into the sacred Book’"- Hazrat Inayat Khan.
Mari bertemu di kelas shelf healing di aplikasi telegram channel public :
https://telegram.me/achirwatatitaa

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking