12 Februarie 2016

Pencapaian Adalah Ketika Kita Melepaskan (Orgasme)

Pencapaian Adalah Ketika Kita Melepaskan (Orgasme)


Saat pikiran difokuskan hanya pada sensasi pengalaman pribadi, yang disertai sensasi pencapaian dan pelepasan sekaligus itulah yang disebut saat orgasme. Orgasme berarti pelepasan mendadak ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang kuat dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik.
Kenikmatan tercapai karena adanya fokus hanya pada satu sensasi dari ketegangan seksual yang terkumpul, ini tanda ('alam) bahwa segala hal yang difokuskan pada akhirnya berada di titik klimaks. Fokus--sebagaimana pernah saya kupas--merupakan indikasi bahwa hidup Anda bisa sukses bila fokus, nyetir mobil sambil update status bisa kecelakaan lantaran tidak fokus. Adanya fokus petunjuk kalau hidup ini harus nyawiji (tauhid).
Orgasme adalah klimaks nyawiji (tauhid) dari sensasi kenikmatan ritmik otot akibat ketegangan seksual, sehingga dalam orgasme, pencapaian nikmat dan pelepasan nikmat berlangsung secara bersama, itulah keadaan yang disebut "surga dunia". Orgasme seks itu murni tauhid.
Sebab ini dalam proses nyawiji (tauhid) dalam perjalanan kehidupan ini juga demikian, suatu yang Anda perjuangkan jika memang mencapai klimaks, Anda akan mengalami "pencapaian dan pelepasan" sekaligus.
Ahmad bin Hanbal pakaian hariannya menggunakan pakaian putih penuh tambalan yang ia jahit sendiri. Di rumahnya ia hanya memiliki 3 kamar yang terbuat dari tanah. Makanan hariannya hanya sepotong roti yang dilumuri minyak zaitun. Sepatunya sudah berunur 17 tahun yang selalu ditambal dan dijahitnya sendiri. Ia makan daging terjadwal sekali dalam satu bulan. Ia sendiri lebih banyak puasa. Ia tinggalkan seluruh urusan duniawi hanya untuk urusan mencari hadits.
Suatu hari Abū Dzarr Al-Ghifārī berangkat menuju Rabdzah. Di sana ia mendirikan kemah, ia tinggal di sana bersama anak dan istrinya. Hari-harinya lebih banyak diisi dengan puasa, zikir, dan tafakur. Kekayaan yang dimilikinya hanyalah sepotong baju, kemah untuk berteduh, seekor kambing, sebuah piring besar, satu baki, dan sebilah tongkat. Ia seorang yang lapang dada dan berhati dingin. Kesibukannya hanya kepada Allah Yang Maha Tuhan, selain Allah ia enggan terlibat.
Albert Einsten pribadi yang baik dan suka menolong. Hidupnya sangat sederhana. Ia sama sekali tidak menginginkan popularitas, kekayaan, dan kemewahan hidup untuk mencapai kebahagiaan. Ia menciptakan kebahagiaannya sendiri dari hal-hal sederhana misalnya belajar, bermain musik, dan bekerja.
Isacc Newton juga dikenal sebagai orang yang sangat religius. Beliau diketahui tidak pernah menikah sampai akhir hayatnya.
Mereka orang-orang yang nyawiji, fokus dalam hidupnya, nyawiji dalam komitment memperjuangkan profesi keilmuwan, tetapi justru setelah mereka masyhur sebagai ahli ilmu, di mana kemasyhuran adalah pusat kemewahan, mereka justru mengalami pelepasan kemewahan secara total. Inilah prilaku orgasme, dimana "pencapaian adalah pelepasan", mereka "mencapai masyhur sebagai ahli ilmu tetapi justru mereka lepas dari kemewahan (kemasyhuran)" itu sendiri.
Seperti Ahmad bin Hambal, Abū Dzar Al-Ghifārī, Albert Einsten, Isacc Newton merekalah pencapai nikmat orgasme, nikmat ber-Tuhan secara nyawiji, secara esa, secara manunggal total.
Nah kalau puncak kemasyhuran dijalani dengan wah-wahan, semalam saja habis ratusan juta, itulah yang tiada nikmat sama sekali, karena bukan seperti itu orgasme... 
Maka biarkanlah ragamu dalam kemewahan, tapi hati mu dalam sebuah kemiskinan... agar tidak bernah bertahta rasa somobong di dirimu.. ,atau biarkanlah ragamu dalam kemiskinan tapi biarkan hatimu dalam kekayaanNya,,, sehingga kamu mau berbagi kepada sesamamu...tanpa kamu fikirkan untung ruginya atas dirimu..

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking