Arti ''IKHLAS"
Kunci sebuah ke-Iklhasan adalah terletak di perasaan. Sebab tidak bisa di maknai pada batasan pemikiran saja. Semisal keiklhasan melepaskan atau menerima kejadian di masalalu ,mungkin kita sudah bisa mengambil pemaknaan yang positif atas kejadian tersebut.Sehingga kita bisa RELA serta PASRAH berserah atas kejadian tersebut. Namun walaupun pemaknaan kita sudah dapat mengambil sisi positif atau sering juga di sebut dengan sudah bisa mngembil hikmah atas kejadian tersebut. Selama perasaan belum bisa merasa nyaman jika mengingat kejadian di masa lalu itu. Entah bagaimana cara kita menerima atau melepaskan suatu hal di masa lalu.Maka kita belum bisa di bilang sudah IKLHAS.
Ikhlas itu apa....? Ikhlas itu adalah apabila
anda dapat menjadikan kondisi saat ini. Entah anda melepaskan atau
menerima, entah anda mengalami peristiwa apapun juga, saat anda
mengalami hal-hal tersebut dan anda berada pada ‘"PRESENT TIME" maka anda dikatakan berada dalam kondisi ikhlas.
Saat berada dalam kondisi "PRESENT TIME" itulah anda tidak terpengaruh dengan masa lalu dan tidak khawatir dengan masa depan, saat "PRESENT TIME" anda terhubung dengan consciousness atau Allah. so... .tidak heran banyak agama menyarankan pada umatnya supaya menjalani hidup dengan ilhas. Hidup dengan penuh kesadaran sehingga bisa membangun keterhubungan dengan Tuhan.. .
Banyak problem adalah orang orang yang masih terjebak hidup di masa lalunya, atau terlelu terlena dengan bayang bayang di masa depanya. Sehingga tidak bisa terhubung dengan consciousness atau terhubung dengan Tuhan. Pikiran adalah ruang dang waktu, yang di mana bisa meloncat dari masa lalu ke masa depan atau sebaliknya dari masa depan ke masa lalu. Dan saat seseorang pikiranya sering loncat loncat seperti itu lebih sering menderita di banding bahagianya. Karna sulit membangun
consciousness membangun keterhubungan kepadaTuhan.
consciousness membangun keterhubungan kepadaTuhan.
Sehingga sulit menemukan spontanitas kehidupan.. !!! sepontan melepaskan sesuatu, artinya tindakan melepaskan bukanlah
dari logika anda, bukan dari pikiran anda, maka spontanitas melepaskan
berasal dari consciousness, yang dalam bahasa agama sekali lagi
dikatakan terhubung dengan Allah. Bahkan bukan saja saat melepaskan.
Saat menerima juga dapat menjadi menerima dengan ikhlas. Ketika spontan
anda menerima sesuatu, yaitu menerima bukan karena pertimbangan untung
dan rugi, bukan pertimbangan logika anda, namun menerima secara spontan,
maka spontanitas menerima berasal dari consciousness.
Jadi tidak heran hal hal yang SEPONTAN itu biasanya adalah idea idea yang sangat berliant. Karna hal tersebut timbul dari consciousness bukan dari pikiran atau pertimbangan logica.
Mulai dari sekarang coblah melatih membangun consciousness dengan menjalani hidup di saat ini"PRESENT TIME". Ajaran agama seperti, melalukan Meditasi, Sholat, Puasa, Berzikir, dsb..
Semua itu adalah sebuah ajaran melatih kita untuk berada di kondisi saat ini. Sehingga kita bisa menemukan sepontanitas kehidupan.. .

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking