Tuhan Ada Di Dalam Diri Kita Sendiri
Saatnya kita berperan sebagai
pemimpin diri kita sendiri (kita menjadi Tuhan bagi diri kita sendiri). Mungkin
judul tersebut di atas serasa tidak wajar dan sedikit menyimpang dari sebuah
keyakinan selama ini sudah tertanan di benak temen temen semua.
TAPI sejenak sadari berapa sering
kita meneuruti ego kita selama ini, menuruti keinginan serta kemauan kita
sendiri. Maka di sini lah peran kita ,kita harus berperan sebagai pemimpin diri
kita sendiri ( kita menjadi Tuhan bagi diri kita sendiri). Seberapa sering kita
mengkonsumsi sebuah motivasi serta cerita inspirasi dari orang orang di sana,
untuk memupuk subur ego kita semakin subur merajai diri kita. Ya…. Benar saja
kita memang butuh ego untuk berproses, untuk maju dan berpacu dalam beberapa
bidang. Ego juga memberikanmu sebuah keberhasilan dalam selama proses
mencapainya. Namun ego pula juga yang mencpitakan kegelisahan dalam hati dan
fikiran mu,, Saatnya kita berperan sebagai pemimpin diri kita sendiri (kita
menjadi Tuhan bagi diri kita sendiri).
"Hi Ego yg menciptakan kegelisahanku, terimakasih atas
semua hal yang telah kamu lakukan selama ini, saya sering menikmati peranmu dan
menggunakanmu untuk keinginan dan kepentinganku.
Dan saat ini Kesadaran telah menuntunku untuk menjelajah lebih dalam lagi dimana aku harus meninggalkanmu disini.
Relakan dirimu untuk melepaskanku seperti aku membiarkanmu pergi.
Sekali lagi Terimakasih dan Salam Bahagia''
Dan saat ini Kesadaran telah menuntunku untuk menjelajah lebih dalam lagi dimana aku harus meninggalkanmu disini.
Relakan dirimu untuk melepaskanku seperti aku membiarkanmu pergi.
Sekali lagi Terimakasih dan Salam Bahagia''
Kenapa saya mengatakan saatnya
kita berperan sebagai Tuhan bagi diri kita sendiri ?, ya..karena Tuhan tidak
akan pernah selalu mengabulkan segala apa yang di minta umatnya,. Tapi Tuhan
tau apa yang menjadi kebutuhan umatnya. Yang kedua adalah Tuhan selalu
mempertimbangkan apa yang sudah menjadi ketetapaNya atas semua umat manusia
yang menjadi ciptaanya.
Para Rosul, Nabi, Dewa, dan
beberapa tokoh kemuka agama dari isalam,Kristen,buda, hindu, katoloik, serta
penganut kepercayaan lainya. Adalah orang orang yang memiiki sifat sifat baik
(sifat sitfat yang di miliki Tuhan). Maka sudah lah benar adanya ini saatnya
kita berperan sebagai Tuhan atas diri kita sendiri. Dengan di mulai kita
berperan sebagai Tuhan bagi diri kita sendiri atas ego kita,maka kita akan
memiliki sifat sifat baik dari Tuhan atau istilah lainya adalah kita mendapat
wahyu dari Tuhan maha pemilik segalanya.
Itu sebabnya kenapa orang orang
zaman dahulu mengajarkan agar kita berpuasa,,tirakat malam,berjalan dangan
tidak mengunakan alas kaki dll. Itu adalah sebuah cara agar kita bisa menjadi
pemimpin atas diri kita, lebih tepatnya adalah kita sebagai pemimpi bagi ego
kita sendiri. Jangan biarkan ego mu menjadi Tuhan baru yang tidak kamu sadari,
selama ini dalam sepanjang usia mu atau sepanjang umur mu di dunia ini.
Namun jangan juga terjebak dalam
sebuah ego menuhankan diri kita atas orang lain. Cukup kita menuhankan diri
kita atas ego kita sendiri. Seperti apa yang sudah di tuliskan Khalil Gibrant, “barang
siapa yang sudah mencapai inti kehidupan, maka dia akan menemukan Tuhan di orang
orang baik, dan juga bisa menemukan Tuhan di orang orang yang bersifat jahat”
Sudah saatnya kita, bersifat
seperti Tuhan yang menciptakan nenek moyang kita Nabi Adam, dan Siti Hawa,,
lalu turun temurun menjadi aku,kamu ,mereka dan dia serta kalian.sebab saat
kita sudah bisa menjadi Tuhan atas diri kita sendiri, atas ego kita sendiri. Mak
kita akan memiliki sifat sifat dari Tuhan, nilai itu bukan kita sendiri yang
melihatnya, tapi orang orang di sekitarmu lah yang akan merasakan sifat mu itu atas
kenyamanan yang di peroleh dari mu...
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking